Uniknya Penggambaran Budaya Islam di Anime ‘Jaadugar: A Witch in Mongolia’ yang Lagi Viral!
Anime TV Jaadugar: A Witch in Mongolia (Tenmaku no Jaadugaru) resmi ditayangkan mulai 4 Juli 2026. Berlatar di Kekaisaran Mongol pada abad ke-13, anime ini mengisahkan tentang Sitara, seorang gadis mantan budak yang bersumpah untuk membalas dendam terhadap kekaisaran raksasa tersebut dengan mengandalkan kecerdasannya sebagai senjata.

Menariknya, penggambaran budaya Islam dalam episode 1-2 anime ini langsung ramai diperbincangkan dan viral di media sosial!
この記事の目次
Bagaimana Budaya Islam Digambarkan?
Cerita diawali dengan menampilkan kota pusat ilmu pengetahuan abad ke-13 di Iran yang bernama Tus. Karena sang tokoh utama, Sitara, beserta keluarga cendekiawan yang dilayaninya dan seluruh warga kota adalah muslim, para karakter perempuan di sini digambarkan mengenakan hijab.
Selain itu, rutinitas budaya Islam seperti kumandang adzan yang menandakan waktu salat serta lantunan ayat suci Al-Qur’an disajikan lewat animasi yang sangat indah.




Bagaimana Respons Netizen Jepang?
Di Jepang, banyak penonton yang memuji kualitas animasi serta detail dunianya yang digarap dengan sangat matang.
Terkait suara adzan yang berkumandang dalam anime, banyak yang berkomentar bahwa suaranya sangat indah, khidmat, dan memikat. Tampaknya, penonton Jepang cenderung menerima unsur ini dengan positif dari sudut pandang budaya dan seni, alih-alih konteks keagamaan.
Para ahli dan pengamat budaya Islam juga menyoroti bahwa rekaman adzan dan lantunan Al-Qur’an dalam anime ini bukan sekadar mengambil dari stok audio yang sudah ada. Tim produksi benar-benar melakukan rekaman baru langsung dari ahlinya khusus untuk anime ini. Dedikasi total ini pun sukses menuai decak kagum.
Sang komikus asli, Tomato Soup, memang dikenal sering melahirkan manga bertema sejarah. Ketelitian riset sejarah serta latar belakang budaya dan agama yang disajikannya telah memikat banyak penggemar. Sudut pandang objektif serta pengamatan tajam sang penulis dalam menggambarkan pandangan religius dan peristiwa sejarah pada masa itu secara tenang dan rapi terbukti menjadi kunci utama dibalik tingginya kualitas versi anime ini.


ⓒトマトスープ(秋田書店)2022
Bagaimana Respons dari Penggemar Global?
Sedangkan di kalangan pencinta anime internasional dan komunitas muslim global, muncul pujian seperti, “Anime Jepang akhirnya menggambarkan budaya Islam dengan penuh rasa hormat!” Namun, hal ini juga memicu beberapa diskusi hangat.
1. Perbedaan Mazhab dan Pandangan Sejarah
Terdapat berbagai opini mengenai detail visual akibat perbedaan mazhab, serta kritik dari sudut pandang sejarah dan sosial yang menganggap anime ini terlalu menormalisasi sistem perbudakan pada masa itu.
2. Cara Penggambaran Hijab
Beberapa penonton muslim memberikan kritik tajam terhadap detail busana, seperti rambut karakter perempuan yang masih sedikit terlihat keluar dari hijab, yang dinilai kurang tepat bagi busana muslimah yang ideal.

Fenomena ini memperlihatkan adanya gap sudut pandang antara penonton Jepang yang menikmatinya murni sebagai karya fantasi dan romansa sejarah, dengan penonton global yang melihatnya dari kacamata keyakinan serta identitas diri mereka.
Siap-Siap, Alur Cerita yang Sesungguhnya Baru Dimulai!
Sayangnya, porsi penggambaran budaya muslim ini hanya berfokus pada dua episode awal. Meski begitu, kisah selanjutnya justru akan membawa kamu masuk ke dalam konflik yang makin seru. Kamu bakal disuguhkan perjuangan Sitara yang terombang-ambing takdir, serta hubungannya dengan Toregene dan karakter-karakter memikat lainnya dalam bertahan hidup di tengah kerasnya arus sejarah.
Karena plot ceritanya sendiri memang sekeren itu, pastikan kamu tidak kelewatan untuk menontonnya, ya!





©トマトスープ(秋田書店)/天幕のジャードゥーガル製作委員会
Indonesia