July 15th, 2026

Musim Festival Tiba! Serunya Matsuri Musim Panas Jepang di Juli–Agustus

Bulan Juli hingga Agustus merupakan musim matsuri  (festival) musim panas di Jepang! Festival-festival ini menjadi salah satu daya tarik yang sangat populer di kalangan wisatawan mancanegara karena bisa merasakan budaya khas Jepang secara langsung. Yuk, simak tips berikut agar kamu bisa menikmati setiap momen festival dengan lebih maksimal!

Tips Menikmati Matsuri ①: Pakaian

Saat datang ke festival musim panas, sangat disarankan untuk mengenakan pakaian tradisional Jepang seperti yukata atau jinbei. Jika menggunakan layanan penyewaan, kamu bisa memilih beragam motif yang tersedia dengan harga yang cukup terjangkau, yakni sekitar 3.000–7.000 yen, dan sudah termasuk jasa pemakaian (kitsuke).

◎ Poin penting!
Usahakan melangkah untuk tidak melangkah terlalu lebar agar yukata tetap rapi. Saat menaiki tangga, angkat sedikit bagian bawah yukata dengan tangan untuk mencegah tersandung atau kotor.

Tips Menikmati Matsuri ②: Barang Bawaan

Uang Tunai (Cash)

Festival musim panas identik dengan kuliner kaki lima (yatai) seperti yakisoba, takoyaki, dan permen apel (ringo ame). Sebagian besar kedai ini hanya menerima pembayaran tunai dan sering kali kekurangan uang kembalian. Jadi, pastikan kamu menyiapkan banyak uang kertas seribuan yen atau uang koin.

Sapu Tangan & Tisu Basah 

Sangat berguna untuk menyeka keringat atau membersihkan tangan saat sulit menemukan tempat cuci tangan terdekat. Bawa juga hand sanitizer portabel agar tetap higienis. 

Tikar Piknik (Plastic Mat)

Bisa digelar di atas rumput agar pakaian atau barang bawaanmu tidak kotor. Alat ini juga sangat berguna untuk booking tempat saat menonton festival kembang api (hanabi). 

Kantong Plastik

Selain untuk kantong sampah pribadi, kantong plastik bisa melindungi barang bawaanmu jika tiba-tiba turun hujan, atau digunakan sebagai alas duduk darurat.

Tips Menikmati Matsuri ③: Transportasi

Gunakan Transportasi Umum

Area festival biasanya tidak menyediakan tempat parkir, dan kalaupun ada, hampir pasti sudah penuh. Jadi, naik transportasi umum adalah pilihan paling aman dan pasti. 

Berangkat Lebih Awal untuk Menghindari Kemacetan

Transportasi umum di sekitar lokasi akan sangat padat menjelang jam mulai dan selesai festival atau hanabi. Usahakan bergerak lebih awal agar tidak terjebak di puncak kepadatan. 

Berjalan Kaki ke Stasiun Berikutnya 

Jika masih memiliki tenaga, cobalah berjalan kaki hingga stasiun berikutnya. Selain bisa menikmati suasana festival yang masih terasa, cara ini juga membantumu menghindari keramaian saat perjalanan pulang. 

Festival Jepang yang Bisa Dinikmati Sambil Bernyanyi dan Menari!

Hanagasa Yamagata Matsuri

Festival ini menampilkan tarian khas yang menggunakan hanagasa (topi caping yang dihiasi bunga safflower, bunga khas Prefektur Yamagata) diiringi lagu “Hanagasa Ondo”. Menariknya, di bagian akhir parade ada sesi terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut menari, baik warga setempat maupun wisatawan.

Tokushima Awa Odori

Festival tradisional yang telah berlangsung selama sekitar 400 tahun ini terkenal dengan slogan ikoniknya: “Orang yang menari itu bodoh, yang menonton juga bodoh, kalau sama-sama bodoh, lebih baik ikut menari saja!” Wisatawan pun dapat bergabung secara spontan melalui Niwaka-ren, yaitu kelompok tari yang terbuka untuk umum, atau ikut meramaikan ranbu, tarian massal yang digelar di jalanan.

Foto: makoto.h (PhotoAC)

Aomori Nebuta Matsuri

Salah satu dari Tiga Festival Besar  di wilayah Tohoku ini menampilkan parade nebuta (kereta hias raksasa berwujud ksatria/figur legendaris) raksasa setinggi sekitar 5 meter yang mengitari kota. Pengunjung juga bisa ikut menari melompat-lompat sebagai haneto sambil melompat mengikuti seruan “Rassera!“, selama mengenakan kostum yang sesuai.

Foto: shinyack (PhotoAC)


Related Post