Begini Jadinya Kalau Orang Dewasa Masih Main Popin’ Cookin’!
Dari sushi hingga kue, kamu bisa membuat berbagai miniatur makanan yang tampak seperti asli dengan Popin’ Cookin’. Permen DIY yang awalnya diciptakan untuk mengembangkan kreativitas anak-anak ini kini juga menjadi perhatian banyak orang dewasa berkat popularitasnya di YouTube dan media sosial. Tim Redaksi Japan View pun ikut mencobanya, lho. Penasaran seperti apa hasilnya? Simak selengkapnya di bawah ini!
この記事の目次
Apa Itu “Popin’ Cookin‘”?
Popin’ Cookin’ dalah seri permen edukasi (chiiku-gashi), yang dijual oleh produsen makanan asal Jepang, Kracie. Hanya dengan mencampur dan menguleni bubuk serta air yang menjadi bahan dasarnya, kamu bisa membuat miniatur makanan yang tampak seperti asli.
Sejarah Popin’ Cookin’ berawal dari Pukapon, permen edukatif yang diperkenalkan pada tahun 1978. Permen ini menarik perhatian karena tabletnya akan larut sambil mengeluarkan gelembung saat dimasukkan ke dalam air, membuat permen ramune di dalamnya bergerak naik turun. Inovasi tersebut menarik perhatian banyak orang pada masanya. Kemudian, pada tahun 1986, lahirlah Neru Neru Nerune, yang menjadi salah satu permen edukatif paling populer di Jepang.

Coba Membuat “Tanoshii Omatsuri Yasan”, Popin’ Cookin’ Bertema Festival Musim Panas!
Kali ini, kami mencoba varian “Tanoshii Omatsuri-yasan” yang berisi set makanan wajib di festival musim panas Jepang, yaitu choco banana, es serut (kakigori), jagung bakar, dan permen apel (ringo ame). Di dalam kemasannya, tersedia “bubuk ajaib” (〇〇のもと) sebagai bahan dasar untuk membuat empat jenis miniatur makanan, lengkap dengan baki cetakan dan perlengkapan lainnya.


Kami pun mulai membuat makanan miniatur tersebut sesuai dengan langkah-langkah yang tertera di belakang kemasan.
Pertama, kami membuat ringo ame, salah satu camilan khas festival di Jepang. Jika versi aslinya dibuat dengan melapisi apel segar menggunakan sirup atau karamel, versi Popin’ Cookin’ ini cukup dibuat dengan mencampurkan bubuk ringo ame no moto dan air, lalu menuangkannya ke dalam cetakan. Dari keempat miniatur yang kami buat, yang satu ini menjadi yang paling mudah!


Selanjutnya, kami mencoba membuat jagung dari permen lunak. Sekilas, prosesnya tampak mudah, yaitu: cukup membagi permen menjadi dua, menguleni, lalu menempelkan butiran-butiran kecil. Namun ternyata, membentuk jagungnya tidak semudah yang dibayangkan. Butiran-butiran kecilnya juga mudah lepas, sehingga bagian ini justru menjadi yang paling sulit.


Kakigori yang dibuat dengan mencampurkan sirup bubuk (kakigōri no moto) dan air ternyata cukup sulit dibuat. Tantangan terbesarnya adalah menghasilkan tekstur es yang lembut dan mengembang. Selain itu, cara menyusun es dan menuangkan sirup juga membutuhkan sedikit sentuhan kreativitas. Sayangnya, kali ini kami menyusun es terlalu rata sehingga tampilannya malah mirip saus tomat di atas bekal makan siang….


Pertama, kami membuat ringo ame, salah satu camilan khas festival di Jepang. Jika versi aslinya dibuat dengan melapisi apel segar menggunakan sirup atau karamel, versi Popin’ Cookin’ ini cukup dibuat dengan mencampurkan bubuk ringo ame no moto dan air, lalu menuangkannya ke dalam cetakan. Dari keempat miniatur yang kami buat, yang satu ini menjadi yang paling mudah!


Inilah hasil akhirnya! Meski belum semirip gambar pada kemasan, begitu diletakkan di atas “omatsuri sheet” (alas festival) lalu difoto, tampilannya jadi terlihat lebih meyakinkan.





Soal rasa, manisnya cukup terasa artifisial, jadi sejujurnya kurang bisa dibilang lezat. Dibandingkan camilan, rasanya lebih pas kalau menganggapnya sebagai ‘”mainan yang bisa dimakan’”. Dengan harga sekitar 300 yen, kamu sudah bisa merasakan serunya membuat berbagai miniatur makanan, mulai dari hidangan khas festival, masakan Jepang, hingga hamburger. Karena keunikannya, produk ini juga cocok dijadikan oleh-oleh khas Jepang. Bahkan orang dewasa pun bisa ikut keasyikan membuatnya. Jadi, kalau menemukannya saat berkunjung ke Jepang, jangan lewatkan kesempatan untuk mencobanya!

Indonesia