July 30th, 2026

Orang Jepang Nggak Lari Saat Gempa Bumi!? Culture Shock yang Dirasakan Penyintas Gempa Besar

Q: Kalau gempa bumi terjadi saat berada di Jepang,apa yang harus dilakukan, ya…? Tolong bagikan pengalaman, Senpai!

Setelah mendengar berita tentang gempa besar di Prefektur Kumamoto, aku khawatir membayangkan bagaimana jika gempa terjadi saat aku sedang berada di Jepang. Boleh tolong bagikan pengalaman senpai yang pernah mengalami gempa bumi di Jepang?

A: Gempa di Jepang itu lebih menakutkan “suaranya” daripada “guncangannya”!

Jepang dikenal sebagai “negara langganan gempa”, bahkan hingga memecahkan rekor dalam kurun beberapa tahun sekali. Berikut pengalaman langsung staf dari tim Japan View yang pernah mengalaminya, serta beberapa tips sederhana untuk melindungi diri saat gempa terjadi.

Suara Peringatan Dini Gempa Bumi Sangat Menakutkan!

Di Jepang, terdapat “Peringatan Dini Gempa Bumi” (緊急地震速報) yang mengeluarkan peringatan secara serentak kepada masyarakat di wilayah terdampak sesaat sebelum guncangan kuat terjadi. Peringatan ini akan terdengar melalui ponsel, televisi, radio, hingga pengeras suara penanggulangan bencana yang ada di berbagai sudut kota.

Saat mengalaminya sendiri, yang paling menakutkan justru bukan guncangan gempanya, melainkan suara peringatan tersebut.

Suara peringatan ini sengaja dirancang menggunakan kombinasi nada yang tidak harmonis agar manusia secara naluriah langsung menyadari bahwa ada bahaya. Namun, karena suaranya sangat mencolok dan mengejutkan, aku jadi panik saat tiba-tiba berbunyi dari ponsel.

Orang Jepang Nggak Langsung Berlari ke Luar Saat Terjadi Gempa!?

Hal lain yang membuat aku kaget adalah ketenangan orang-orang Jepang saat menghadapi gempa. Di Indonesia, hampir semua orang akan segera berlari keluar dari bangunan ketika terjadi gempa bumi. Namun, saat aku mengalami gempa besar di Jepang, tidak ada satu pun orang di sekitar yang langsung berusaha keluar dari gedung.

Ternyata, ada alasan yang jelas di balik hal tersebut, lho.

・ Bangunan di Jepang memiliki ketahanan gempa yang tinggi!
Bangunan di Jepang dirancang agar tahan terhadap gempa sehingga kecil kemungkinannya untuk roboh. Karena itu, terburu-buru berlari ke luar justru dapat meningkatkan risiko tertimpa papan reklame, pecahan kaca, atau benda lain.

・ Sudah terbiasa dengan latihan evakuasi sejak kecil
Sejak sekolah dasar, anak-anak di Jepang telah berulang kali mengikuti latihan menghadapi gempa. Mereka diajarkan bahwa saat gempa terjadi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah berlindung di bawah meja dan melindungi kepala. Karena sudah terbiasa sejak kecil, mereka tahu apa yang harus dilakukan meskipun guncangannya cukup kuat.

Berkat ketenangan orang-orang Jepang di sekitar saya, aku yang semula panik pun akhirnya bisa ikut menenangkan diri dan melakukan hal yang sama seperti mereka.

Terlalu Terbiasa dengan Gempa!? 

Di sisi lain, aku juga mengalami culture shock karena gempa yang terlalu sering terjadi di Jepang. Aku sempat panik dan bingung harus melakukan apa ketika merasakan guncangan di kantor, tapi rekan-rekan kerja orang Jepang justru hanya berkata, “Oh, gempa ya,” dengan tenang, lalu melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Saat itulah aku benar-benar sadar jika orang Jepang sudah sangat terbiasa menghadapi gempa.

Saran dari Senpai: Kalau Mengalami Gempa Saat Berada di Jepang…

Siapa pun pasti akan panik saat menghadapi gempa bumi besar, tapi bertindak tergesa-gesa justru dapat meningkatkan risiko cedera. Karena itu, ingat dua tips berikut agar kamu bisa tetap tenang dan melindungi diri.

① Instal Aplikasi Mitigasi Bencana Berbahasa Inggris
Sesaat setelah gempa terjadi, ponsel biasanya akan menerima SMS berisi informasi darurat. Namun, pesan tersebut dikirim dalam bahasa Jepang sehingga sering kali sulit dipahami oleh warga asing. Oleh karena itu, sebaiknya instal aplikasi mitigasi bencana yang juga menyediakan informasi dalam bahasa Inggris, seperti NERV Disaster Prevention (特務機関NERV防災).

📱 NERV Disaster Prevention: https://nerv.app/en/

② Tetap Tenang dan Lakukan Langkah-Langkah Keselamatan Dasar
Berikut langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan jika kamu berada di dalam bangunan saat gempa terjadi di Jepang.

・Pastikan ada jalur evakuasi dengan membuka pintu.
・ Cegah risiko kebakaran dengan mematikan kompor atau menutup aliran gas.
・Lindungi kepala dengan helm, bantal, atau benda lain, lalu berlindung di bawah meja hingga guncangan mereda. 

Jika berada di bangunan kayu yang sudah tua atau bangunan lain yang berisiko, lakukan evakuasi sesuai dengan kondisi di sekitar. Namun, secara umum, cara paling aman adalah tetap tenang sambil memperhatikan tindakan orang-orang di sekitar, terutama masyarakat setempat, untuk menjaga keselamatan diri.

Selain itu, sebaiknya siapkan juga persediaan makanan dan air minum yang memiliki masa simpan panjang sebagai bekal darurat. Hadapi ancaman gempa dengan bijak dan selalu bersiap agar dapat melindungi diri saat keadaan darurat terjadi.

Related Post