‘Butsukari-ya’, Fenomena Orang yang Sengaja Menabrak Orang Lain di Jepang

Q: Pernah dengar soal ‘butsukari-ya’ yang suka sengaja menabrak orang di tempat ramai? Sebenarnya apa yang mereka pikirkan, sih?
Di media sosial banyak sekali pembahasan ‘butsukari-ya’ di Jepang, yaitu sebutan untuk orang-orang yang sengaja menabrakkan badannya saat berpapasan di tempat ramai. Kira-kira apa alasan di balik aksi mereka, ya?
A: Tujuannya untuk ‘melampiaskan’ stres sehari-hari ke orang lain. Abaikan saja kalau bertemu!
Istilah butsukari-ya mulai populer di Jepang sekitar tahun 2018. Awalnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria sengaja menabrak beberapa wanita secara berturut-turut di dalam Stasiun Shinjuku viral di media sosial dan memicu kontroversi. Hingga saat ini, laporan mengenai korban fenomena tersebut terus bermunculan tanpa memandang usia maupun gender.
Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari para pelaku butsukari-ya:
1. Mengincar Korban yang Terlihat Lemah
Alasan utama mereka sengaja menabrak orang lain konon adalah untuk melampiaskan stres sehari-hari. Selain itu, ada juga kasus pelecehan seksual yang sengaja mengincar fisik wanita. Untuk menghindari risiko dilawan balik, pelaku cenderung memilih korban yang penampilannya terlihat pendiam atau lemah.
2. Memanfaatkan Situasi di Tengah Keramaian
Di tempat yang padat, sangat sulit membedakan apakah sebuah benturan terjadi secara tidak sengaja atau memang disengaja. Pelaku memanfaatkan celah ini untuk langsung menghilang dan membaur di tengah keramaian sesaat setelah menabrak korbannya.
Sejak fenomena ini viral di media sosial dan makin banyak diketahui publik, tampaknya jumlah copycat atau pelaku peniru juga ikut meningkat. Bagi mereka, tindakan menabrak ini mungkin menjadi cara untuk menunjukkan eksistensi diri atau mencari rasa superioritas.
Namun, sengaja menabrak orang lain bukanlah olahraga seperti sumo, melainkan bentuk komunikasi yang menyimpang. Pelaku sering kali memiliki masalah psikologis, sehingga membalas tindakan mereka justru berisiko membuatmu terjebak dalam masalah yang lebih besar. Agar tidak menjadi korban, kamu wajib untuk selalu memperhatikan situasi sekitar, menghindari area yang dirasa rawan, dan tetap waspada saat berjalan kaki.

Indonesia