Mengenal Tanabata, Festival Romantis saat Harapan Dititipkan kepada Bintang

Tanabata merupakan salah satu tradisi khas musim panas di Jepang. Masyarakat Jepang punya kebiasaan unik ketika memasuki masa perayaan Tanabata setiap tahunnya, yaitu menuliskan harapan mereka di lembaran kertas warna-warni, lalu menggantungkannya pada ranting-ranting bambu. Kali ini, yuk kita ulik lebih dalam tentang festival unik yang terasa sangat romantis ini!
この記事の目次
Apa Itu Tanabata?
Cerita ini berpusat pada sepasang dewa-dewi yang saling mencintai, “Orihime” dan “Hikoboshi” yang terpaksa dipisahkan oleh hamparan Sungai Bimasakti (Amanogawa) oleh suatu kejadian. Konon, mereka hanya diizinkan untuk saling melepaskan rindu dan bertemu setahun sekali pada malam tanggal 7 Juli. Legenda yang mengharukan sekaligus romantis inilah yang melatarbelakangi perayaan Tanabata.

Apa Saja yang Dilakukan Saat Hari Tanabata?
Biasanya, orang-orang akan menuliskan permohonan di atas potongan kertas panjang khusus yang disebut tanzaku, lalu menggantungkannya di ranting bambu bersama hiasan kertas berwarna cerah lainnya. Selain itu, ada juga kebiasaan menyantap somen atau mi dingin pada hari ini. Mi yang tipis dan panjang ini dianalogikan sebagai aliran Sungai Bimasakti atau helaian benang tenun milik Orihime.
Menghabiskan malam sambil memandangi bintang-bintang di langit, sambil memikirkan harapan sendiri dan membayangkan pertemuan kembali sepasang kekasih tersebut merupakan cara tradisional untuk menikmati hari Tanabata. Menariknya lagi, setiap kali musim Tanabata tiba, toko-toko di Jepang akan merilis berbagai menu hidangan serta kue manis edisi terbatas yang terinspirasi dari keindahan Sungai Bimasakti, Orihime, dan Hikoboshi.

Harga: 1 box ukuran reguler: 1.728 yen (termasuk pajak), ukuran kecil: 972 yen (termasuk pajak)
Kenapa Kita Menuliskan Permohonan?
Tradisi unik ini sebenarnya berakar dari festival kuno asal Tiongkok. Ceritanya, karena sosok Orihime dikenal sangat pandai menenun dan menjahit, para wanita pada zaman dulu mulai memasang hiasan berupa benang lima warna dengan harapan memiliki kemampuan kerajinan tangan dan keterampilan mereka semakin mahir seperti Orihime. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut bergeser saat tradisi ini mulai meluas ke masyarakat umum pada zaman Edo. Benang yang awalnya digunakan diganti menjadi media yang lebih praktis dan mudah didapat, yaitu potongan kertas tanzaku untuk menuliskan impian.

Ternyata Ada Fakta Unik Seputar Tanabata yang Wajib Diketahui!
◎Warna kertas tanzaku ternyata ada maknanya!
Warna kertas tanzaku sebenarnya sudah ditentukan dalam lima warna utama, yaitu: biru (hijau), merah, kuning, putih, dan hitam (ungu). Aturan ini berasal dari teori kuno Yin-Yang dan Lima Elemen yang merepresentasikan alam semesta, seperti memilih tanzaku warna biru jika kamu ingin fokus belajar, atau warna merah jika ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang tua. Konon, menyesuaikan isi doa dengan warna kertas yang tepat bisa membuat permohonanmu lebih mudah terwujud.

◎Ada wilayah yang baru merayakan Festival Tanabata pada tanggal 8 Agustus!
Di Jepang, beberapa daerah masih dipengaruhi oleh sistem penanggalan tradisional (kalender lunar). Karena itu, meski kota-kota seperti Tokyo merayakan Tanabata pada 7 Juli, daerah lain seperti Hokkaido dan Miyagi baru menggelar Festival Tanabata secara besar-besaran sekitar satu bulan kemudian, yakni pada 8 Agustus. Salah satu yang paling terkenal adalah Festival Tanabata Sendai, ketika seluruh kota dihiasi dekorasi kertas raksasa berwarna-warni yang menciptakan pemandangan indah dan menjadi daya tarik utama festival ini.


Indonesia