June 26th, 2026

Berkunjung ke Kuil Shinto di Jepang? Simak Tata Cara Ziarah dan Etikanya!

“Kepingin pergi ke kuil Shinto di Jepang, tapi gimana cara berdoanya, ya?” 

“Apa saja aturan dan etika yang harus dipatuhi, ya?” 

Mungkin banyak dari kamu yang pernah berpikir demikian saat berkunjung ke Jepang. Nah, artikel ini akan membahas tata cara dan etika yang perlu diperhatikan saat mengunjungi kuil Shinto secara mudah dipahami!

Mengapa Harus Mengikuti Tata Cara Tertentu?

Kuil Shinto atau jinja (神社) merupakan tempat suci bagi umat Shinto di Jepang, tempat bersemayamnya para dewa (Kami). Berziarahdi sini merupakan sebuah bentuk nyata untuk menyampaikan rasa syukur dan harapan kepada dewa, sehingga sangat penting untuk menunjukkan rasa hormat melalui perilaku yang sopan dan sesuai aturan.   

Mari Kenali Tata Cara Berziarah di Kuil Shinto!

① Membungkukkan Badan di Depan Torii

Torii merupakan gerbang yang menandai batas antara dunia manusia dan kawasan suci tempat para dewa bersemayam. Sebelum melewatinya, rapikan terlebih dahulu penampilanmu, lalu sedikit membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan.

Tips Penting!
Bagian tengah jalan dianggap sebagai jalur yang dilalui para dewa. Karena itu, pengunjung dianjurkan untuk berjalan di sisi kiri atau kanan.

② Melakukan Temizu (Penyucian Diri dengan Air)

Sebelum berziarah, jangan lupa melakukan temizu, yaitu ritual membersihkan tangan dan mulut menggunakan air sebagai simbol penyucian diri. Ritual ini dilakukan di temizuya (pancuran air) yang berada di dekat pintu masuk area kuil. Ikuti langkah-langkah berikut untuk membersihkan diri sebelum ziarah.

Tips Penting!
Saat menggunakan gayung bambu (hishaku), air biasanya cukup diambil satu kali saja. Karena itu, ambillah air dalam jumlah yang cukup untuk melakukan seluruh rangkaian temizu.

③ Melakukan Doa/Sembahyang

Jika ingin menyampaikan doa dan harapan kepada Dewa, kamu bisa berdiri di depan kotak persembahan (osaisen-bako) dan mulai berdoa dengan mengikuti tata cara yang berlaku.

Di kuil Shinto, terdapat etika beribadah yang disebut “ni-rei ni-hakushu ichi-rei” (二礼二拍手一礼) atau “dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, lalu satu kali membungkuk lagi.” Tata cara ini merupakan bentuk ibadah yang paling umum dan dianggap sebagai prosedur standar saat berdoa di banyak kuil Shinto di Jepang.

Tips Penting!
Sebenarnya tidak ada aturan mengikat mengenai jumlah uang persembahan. Namun, jika kamu ingin mencari keberuntungan, koin 5 yen atau 50 yen sangat direkomendasikan karena memiliki lubang di tengahnya. Lubang ini melambangkan “masa depan yang cerah” atau “keberuntungan yang mengalir lancar”. Selain itu, banyak orang suka mencocokkan nominal uang dengan pelafalan kata, seperti 11 yen yang terdengar seperti ii en (ikatan/nasib yang baik), atau 100 yen untuk hyaku-en (seratus hubungan baik).

Tata cara berziarah di kuil Shinto mungkin tampak rumit, tapi yang terpenting adalah sikap hormat dan rasa syukur kepada para dewa. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencoba ikuti tata cara ini saat berkunjung ke kuil Shinto di Jepang, ya!

Related Post