Kasir Nggak Mau Melayani?! Ini Alasan Menjamurnya Kasir Self-Service di Minimarket Jepang

Salah satu hal mengejutkan bagi orang Indonesia saat liburan ke Jepang adalah keberadaan kasir self-service atau kasir mandiri yang mengharuskan kita scan barang belanjaan dan melakukan pembayaran sendiri. Beberapa mungkin bertanya-tanya, “Wah, kasirnya nggak mau menyentuh barang belanjaan kita, ya?”
Nah, kali ini kami akan membahas fenomena kasir self-service di Jepang yang mungkin cukup unik ini.
この記事の目次
“Krisis Tenaga Kerja” Jadi Alasan Meningkatnya Jumlah Kasir Self-Service
Kasir self-service adalah sistem yang memungkinkan pelanggan menyelesaikan pembayaran sendiri. Umumnya ada dua jenis mesin yang sering ditemui, yaitu kasir semi self-service (barang dipindai oleh staf, tapi bayar sendiri di mesin) dan kasir full self-service (pelanggan melakukan pemindaian barang sampai pembayaran secara mandiri). Kedua sistem ini sudah menjamur di berbagai minimarket, supermarket, hingga toserba 100 yen (Daiso, Seria, dll.) di Jepang.
Faktor utama yang mempercepat adopsi sistem ini adalah kebutuhan akan transaksi tanpa sentuh sejak pandemi COVID-19. Selain itu, Jepang saat ini sedang menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja yang serius. Agar operasional toko tetap berjalan lancar baik di jam sibuk pagi dan sore hari maupun saat larut malam, sistem otomatisasi kasir ini menjadi solusi cerdas walau jumlah staf toko sangat terbatas.
Cara Praktis Menggunakan Kasir Self-Service
Kalau menemukan mesin kasir self-service di Jepang, ikuti langkah-langkah mudah ini, ya!
1. Jika menggunakan kasir semi self-service
Setelah staf toko selesai memindai semua barang belanjaan, mereka akan mengarahkanmu dengan berkata, “Silakan menuju mesin pembayaran nomor [X].” ( ◎ban no seisan ki e douzo). Kamu cukup berjalan ke mesin yang ditunjuk dan selesaikan pembayaran di sana. Pastikan jangan lupa mengambil uang kembalian, ya!

2. Jika menggunakan kasir full self- service
Di mesin ini, kamu cukup mengikuti petunjuk yang ada di layar untuk memindai barcode barang dan membayar semuanya sendiri. Mungkin ada kekhawatiran jika tanpa sengaja memindai barang dua kali atau bahkan terlewat. Tenang saja, sistem ini memiliki mekanisme untuk mencegah kesalahan, seperti layar konfirmasi yang akan muncul dan mendeteksi perubahan berat pada keranjang belanja.
Perlu diingat juga bahwa kantong plastik di Jepang itu tidak gratis. Jika butuh, kamu bisa memilih jumlah kantong di layar atau mengambil kantong plastik dan memindai barcode-nya. Jangan sampai mengambil kantong plastik tanpa membayar karena bisa dianggap sebagai tindakan kriminal (pencurian). Pastikan untuk membayarnya bersamaan dengan belanjaanmu, ya!

Staf toko yang tidak menyentuh atau melayani pembayaran secara langsung bukan karena tidak ramah, tapi justru sebagai bentuk efisiensi agar pelanggan tidak perlu mengantre lama di tengah keterbatasan staf yang ada. Jadi, jangan ragu untuk belanja dan bertransaksi memakai mesin kasir self-service kalau ke Jepang,ya!
Indonesia