June 2nd, 2026

Perbandingan Gaji Tokutei Ginou vs UMR Jakarta: Lebih Untung Kerja di Jepang?

Picture: Adobe Stock

Banyak orang Indonesia yang memiliki impian untuk kerja di Jepang supaya bisa mengumpulkan banyak uang, tidak mengherankan kalau visa Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker) sekarang jadi incaran. Tapi akhir-akhir ini, banyak rumor di media sosial yang mengatakan, “Potongan pajaknya besar banget, sisa gaji bersihnya pasti sedikit,” atau “Biaya hidup di sana tinggi, boro-boro bisa nabung…”

Sebenarnya, bagaimana realitanya? Mari bedah perbandingan nyata antara gaji rata-rata Tokutei Ginou dan UMR Jakarta lewat data sebenarnya.

Gaji Bersih Tokutei Ginou Ternyata “2 Kali Lipat” Lebih Besar dari UMR Jakarta!

Rata-rata UMP (Upah Minimum Provinsi) nasional di Indonesia itu sekitar Rp3,5 juta per tahun 2026. Untuk Jakarta sendiri memang yang paling tinggi, yaitu sekitar Rp5,7 juta per bulan.

Di sisi lain, pekerja Tokutei Ginou wajib digaji setara atau bahkan lebih tinggi dari warga lokal sesuai hukum yang berlaku di Jepang. Tergantung bidang kerja dan wilayahnya, gaji kotor (gross) yang akan didapat sekitar Rp25 juta hingga Rp28 juta per bulan (sekitar ¥220,000 – ¥250,000). Tapi perlu diingat bahwa angka tersebut belum dipotong pajak, asuransi, dan biaya wajib lainnya.

Setelah dikurangi potongan tersebut, sisa uang yang masuk ke rekening (take-home pay) adalah sekitar Rp19 juta sampai Rp22 juta (sekitar ¥170,000 – ¥200,000). Kalau dikurangi lagi untuk bayar sewa kamar, utilitas (listrik/air), dan makan bulanan, uang akan tersisa sekitar Rp11 juta (sekitar ¥100,000) per bulan.

Picture: Adobe Stock

Coba kita sejajarkan kedua angka ini:

  • UMR Jakarta (Uang kotor): sekitar Rp5,7 juta~
  • Sisa Gaji Tokutei Ginou: sekitar Rp11 juta*
    *sudah bersih setelah pajak & biaya hidup bulanan!

Bahkan setelah bertahan dari segala macam potongan dan biaya hidup di Jepang, uang yang tersisa di kantong kamu masih dua kali lipat lebih besar dibanding UMR Jakarta!

Kenapa Banyak yang Bilang “Kerja di Jepang Tidak Menghasilkan”?

Sebenarnya, ada dua faktor utama, yaitu harga barang yang naik (inflasi) dan mata uang Yen yang sedang melemah. Segala kebutuhan di Jepang saat ini terasa semakin mahal, bahkan harga satu onigiri di minimarket saja sudah tembus Rp20.000 (¥200)!

Nilai tukar mata uang Yen terhadap Rupiah juga sedang turun, sehingga nominal uang yang dikirim ke Indonesia terasa menyusut atau tidak se-fantastis dulu saat dikonversi ke Rupiah.

Gara-gara biaya hidup di Jepang yang tinggi dan penurunan nilai tukar mata uang inilah yang membuat beberapa pekerja merasa tabungannya tidak sebesar ekspektasi awal.

Picture: Adobe Stock

Menabung Setara “Gaji Sebulan di Jakarta” Itu Bukan Mimpi!

Ekspektasi “kerja di Jepang pasti cepat kaya” mungkin memang tidak seindah dulu, tapi jika dibandingkan dengan bekerja di Jakarta dengan standar UMR, program Tokutei Ginou jelas jauh lebih mudah dan cepat untuk mengumpulkan uang.

Dengan sedikit mengurangi pengeluaran makan dan jajan, serta rajin memasak dan hemat listrik di rumah, uang sekitar Rp5,6 juta sampai Rp6,8 juta (sekitar ¥50,000 – ¥60,000) per bulan bisa disisihkan untuk ditabung atau dikirim ke keluarga. Menyisihkan uang setara satu bulan UMR Jakarta setiap bulan bukan mimpi yang mustahil!

Selain itu, skill kerja dan kemampuan bahasa Jepang yang didapatkan selama di Jepang akan menjadi modal berharga saat pulang ke Indonesia nanti. Ada peluang besar meningkatkan perjalanan karier di perusahaan multinasional dengan gaji yang jauh di atas UMR Jakarta.

“Belajar dan berhemat itu sulit, tapi aku ingin kerja sebagai Tokutei Ginou dan menabung banyak!”
“Mending kerja di Jakarta saja supaya bisa dekat dengan keluarga, deh.”

Kalau kamu sendiri, akan pilih jalan yang mana?

Related Post