Universitas Takushoku: Pengembangan Wawasan Internasional lewat Pembelajaran dan Kerja Lapangan
2023.08.17 up

Universitas Takushoku: Pengembangan Wawasan Internasional lewat Pembelajaran dan Kerja Lapangan

Universitas Takushoku memiliki dua kampus di wilayah Tokyo. Kampus tersebut memiliki lebih dari 1000 mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara. Mereka berinteraksi dengan mahasiswa Jepang melalui kegiatan kuliah, seminar, dan ekstrakulikuler. Kali ini, Japan View akan meliput Fakultas Studi Internasional,  fakultas yang memiliki jumlah mahasiswa asing tertinggi di antara fakultas lain Universitas Takushoku. Japan View akan memperkenalkan kegiatan kelas dengan lingkungan global, di mana satu dari enam mahasiswa merupakan mahasiswa asing serta, kegiatan seminar Tokunaga.

Situs Resmi Universitas Takushoku
https://www.takushoku-u.ac.jp/

Yuk, Intip Berbagai Kelas Internasional di Universitas Takushoku!

Fakultas Studi Internasional Universitas Takushoku terletak di Kampus Internasional Hachioji di pinggir Tokyo, yang berjarak 5 menit dengan menggunakan bus dari stasiun JR Takao.

Fakultas ini memiliki tema dengan prinsip mengembangkan sumber daya manusia yang dapat mendekati masyakat internasional dengan berbagai prespektif, terutama untuk memperdalam pemahaman tentang negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Situs Resmi Fakultas Studi Internasional Universitas Takushoku
https://fis.takushoku-u.ac.jp/

Kali ini Japan View mengintip suasana belajar dari dua mata kuliah.
Pertama, kami melihat salah satu kegiatan perkuliahan Fakultas Studi Internasional yang sedang belajar mengenai Bahasa Indonesia menengah II-B, yang diajarkan oleh dosen dari Indonesia bernama bapak Iwan.

Bapak Iwan sedang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dasar seperti, “Apa kabar?”, “Sudah makan?”
Setiap kelas bahasa akan dibimbing oleh masing-masing dosen native dari bahasa tersebut dan dosen Jepang. Oleh karena itu mahasiswa dapat mendengar dan mempelajari pelafalan aksen dari bahasa yang dipelajari.

Keunggulan Universitas Takushoku, tidak lain adalah pendidikan dengan beragam bahasa. Di Fakultas Studi Internasional, selain bahasa Inggris, mahasiswa harus memilih satu dari sebelas mata kuliah bahasa asing lainnya seperti bahasa Arab, Indonesia, Korea, India, dan lainnya.

Banyak mahasiswa yang setelah mempelajari bahasa asing tersebut, langsung mengunjungi negara asal bahasa yang dipelajari guna memperdalam pemahaman mereka. Hal ini mendorong pengembangan wawasan mereka setelah menyelesaikan studi di luar negeri atau setelah lulus kuliah.

Praktek Kerja Lapangan yang Menghargai Rasa Inisiatif

Seluruh dosen di Fakultas Studi Internasional merupakan spesialis yang berpengalaman di berbagai bidang internasional, dan memiliki pemahaman langsung mengenai situasi di lapangan. Tidak hanya belajar di kelas, mahasiwa juga akan belajar dengan melihat dan mengalami secara langsung situasi internasional.

Selanjutnya, kami mengunjungi kelas yang diajar oleh Professor Tokunaga Tatsumi dan Profesor Yoshio Aizawa, yaitu kelas「国際特別講座(実践のまちづくりⅡ)」― “Kuliah Khusus Internasional (Praktek Pengembangan Masyarakat II)”. Kelas ini memiliki jumlah mahasiswa yang sangat banyak yaitu sekitar 80 orang.

45 menit pertama pada jam kuliah, Profesor Tokunaga menjelaskan contoh nyata dari kegiatan pengembangan masyarakat di Kota Fujikawa, Prefektur Yamanashi. Penjelasan tersebut mencakup poin penting mengenai suara dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Bahan ajar untuk kelasi ini adalah buku yang ditulis oleh Profesor Tokunaga yang berjudul “Jissen! Machizukuri Gaku ~ Komyuniti o Shiawase ni Suru, Dezain no Chōsen. ~” yang di terbitkan oleh Ozora Publishing. Buku tersbut berisikan catatan kegiatan Seminar Tokunaga yang telah dilaksanakan.

Setelah penjelasan mengenai pengembangan masyakarat selesai, tampaknya terdapat diskusi mengenai pembagian tim. Dari diskusi tersebut, terungkap bahwa pada hari Kamis, 23 November 2023, akan diadakan acara pertunjukan dan bazar di area “Tategaoka Danchi”, area yang dekat dengan universitas. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi interaksi antara penduduk setempat dengan mahasiswa.

Tim ini akan dibagi menjadi enam bagian berdasarkan peran masing-masing yaitu, tim perencanaan, promosi, tim hubungan luar, operasional, tim interaksi masyarakat, dan fasilitas lingkungan. Mereka akan berdiskusi untuk menentukan ketua serta persiapan yang diperlukan untuk acara tersebut.

Para mahasiswa menulis nama di papan tulis tim yang diinginkan. Tim promosi memikirkan bagaimana acara tersebut dapat dikunjungi oleh banyak orang.
Setelah anggota masing-masing tim ditentukan, setiap anggota melakukan perkenalan diri. Hal ini bertujuan untuk memperdalam interaksi dan hubungan dengan semua anggota tim yang akan bekerja bersama ke depannya.

Kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-delapan dari “Kuliah Khusus Internasional (Praktek Pengembangan Masyarakat II)”. Pada kegiatan kali ini pun, para mahasiswa berencana untuk terus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh menuju hari tersebut.

Setelah perkuliahan selesai, kami bertanya mengenai tanggapan dari para mahasiswa yang mengikuti kelas ini. Berikut tanggapan dari mahasiswa yang mengikuti kelas ini.

“Tidak hanya belajar dari buku teks dan mendengar kuliah, tetapi kami juga diajarkan untuk merancang proyek sendiri dan menghadapi tantangannya. Meskipun sulit, tapi kelas ini sangat menyenangkan.”

“Kami sangat menantikan persiapan untuk acara yang akan diadakan nanti.”

Pembelajaran dengan praktek secara langsung tidak hanya ditekankan di kegiatan perkuliahan, tetapi juga di kegiatan seminar. Di Fakultas Studi Internasional, mahasiswa tahun kedua mulai mengambil mata kuliah kegiatan seminar. Mahasiswa akan memilih sendiri bidang penelitian dan tema yang mereka minati, serta dosen pembimbing berdasarkan dari kelas yang sudah mereka ambil di tahun pertama.

Rikuto Saito mahasiswa tahun kedua yang mengikuti kegiatan Seminar Tokunaga, menyampaikan alasan nya mengambil mata kuliah ini,

“Sebenarnya kelas ini menjadi alasan saya untuk mengikuti kegiatan seminar. Saya merasa dengan mengikuti seminar ini dapat memperdalam keterampilan maupun pengalaman saya secara praktis”.

Salah satu daya tarik terbesar kelas ini adalah kita dapat melihat dengan jelas karakter dan keunikan dari para profesor dalam proses pembelajaran.

Tokunaga Seminar Meningkatkan Keterampilan dan Memberikan Berbagai Pengalaman

Setiap bulan Oktober, Kampus Bunkyo mengadakan acara “Kouryousai” yang dapat diikuti oleh alumni. Para mahasiswa membuka booth makanan dengan dua menu baru dari hidangan khas lokal Fujigawa, yaitu “mimi oden” dan “kue yuzu” yang menggunakan buah jeruk yuzu. Kedua menu tersebut ternyata mendapat respon yang positif.

Seminar Tokunaga berfokus pada pembangunan perkotaan maupun internasional, yang memang merupakan spesialisasi bidang penelitian Profesor Tokunaga. Kegiatan ini memiliki tema “Pembangunan Internasional Lewat Pembangunan Masyarakat (Machidzukuri)”.

Subjek dari kegiatan Machidzukuri ini adalah kota Fujigawari di prefektur Yamanishi yang sejak tahun 2016, yaitu tahun dimulainya kegiatan seminar ini telah memperkuat hubungan dengan penduduk lokal. Selain itu juga terdapat daerah Tategaoka Danchi, Hachioji yang juga telah dilaksanakan sejak tahun 2019.

Para mahasiswa memberikan beragam perspektif dan ide menarik untuk pengembangan masyarakat di daerah kegiatan tersebut dilaksanakan. Seperti pengembangan produk makanan yang menggunakan bahan pangan khas lokal, pengembangan produk hadiah imbalan dari program Furusato Nōzei (program sumbangan ke daerah asal), serta menjual menu makanan kolaborasi khas Fujikawa bernama “Mimi” yang kurang begitu terkenal selain penduduk oleh penduduk lokal nya di beberapa kafeteria dan kantin sekolah.

“みみ” ー(Mimi) adalah hidangan khas daerah yang berasal dari wilayah Jutani di kota Fujigawa, Prefektur Yamanashi. Nama Mimi berasal dari bentuknya yang menyerupai alat pertanian yang digunakan untuk pekerjaan di ladang, yaitu “箕(み)” ー(mimi).
“みみチップス” ー(mimi chips) adalah menu hasil kreasi mahasiswa yang dijual dalam waktu terbatas di kantin. Terdiri dari tiga varian rasa: “Maple Syrup”, “Chocolate Syrup”, dan “Mentaiko Mayo” (masing-masing seharga 200 yen). ※Penjualan produk ini telah berakhir.
Situasi kegiatan seminar gabungan dengan Seminar Iwao Universitas Senshu (Perencanaan Logistik) dan Seminar Shimizu Universitas Daito Bunka (Logistik, Perencanaan Transportasi, Perencanaan Kota). Selain bertukar informasi mengenai aktivitas masing-masing seminar, mereka juga berdiskusi dan bertukar pendapat mengenai tema “Apa yang Membuat Suatu Tempat Wisata Menarik?”

A Picture is Worth A Thousand Words”, Pelajaran Penting Muncul dari Kegiatan Praktik

Dalam kegiatan Machidzukuri, penting untuk pertama-tama memahami, berinteraksi, dan menyukai wilayah tersebut. Bukan hanya melihat dari perspektif sebagai pendatang, tetapi juga diperlukan cara berpikir bagaimana agar penduduk menerima kita, berfikir bersama dan saling membantu.

Informasi yang didapat melalui internet atau lembar data hanyalah bagian kecil dari gambaran wilayah tersebut. Itulah sebabnya mengapa mengunjungi daerah tersebut secara langsung sangatlah penting.

Tsukuta Bekan pembuatan hidangan khas lokal “mimi” yang berada di Distrik Jutani, kota Fujikawa. Sambil bekerja sama dengan pemilik toko, mahasiswa juga mencoba secara langsung proses pembuatan “mimi”.
Buku panduan kota Fujikawa yang dibuat dari dana yang terkumpul melalui kampanye crowdfunding (sebagian dari artikel). Buku ini berisi pengenalan tentang kota dan daftar restoran yang direkomendasikan oleh para mahasiswa.
Para mahasiswa berkolaborasi dengan pegawai daerah dan perusahaan lokal dalam rapat untuk membahas program sumbangan ke daerah asal (furusato nōzei) dan produk hadiah yang diberikan sebagai imbalan sumbangan.
Pada tahun 2017, kota Fujigawa dan Universitas Takushoku menandatangani perjanjian kerja sama. Konferensi Pers diadakan di acara Simposium dengan tema “Fujigawa Renaissance 2022 Revitalisasi Transportasi Perahu Baru di Fujigawa” yang di sambut oleh Walikota Motodzuki Toshiki dan media lokal. Pada kegiatan tersebut diumumkan laporan kegiatan selama lima tahun sejak penandatanganan perjanjian.
Situasi Kegiatan “Takudai Marche”, yang diadakan selama satu hari untuk meninjau pembangunan stasiun bekerja sama dengan pemerintah Tategaoka, Hachioji

Diakhir, kami berkesempatan untuk berbicara dengan tiga mahasiswa dari Seminar Tokunaga.

Ketiga mahasiswa tersebut bersedia berpartisipasi dalam wawancara (dari kiri ada Chika Takahashi, mahasiswa tahun kedua, Rikuto Saito, mahasiswa tahun kedua, dan Seikuro Mizumoe, mahasiswa tahun ketiga)

Ketika ditanya tentang alasan memilih seminar ini, mereka menjawab dengan antusias.

“Sejak saya masih kecil, saya memiliki pengalaman dalam pembangunan kota di pertanian atau rumah kosong, dan hal tersebut menarik minat saya.” (Mizumoe)

“Situasi penuaan penduduk di daerah asal saya sangat serius, dan saya ingin belajar tentang bagaimana saya bisa berkontribusi setelah lulus dari universitas.” (Takahashi)

Dampak dari virus COVID-19 sangat terasa, bahkan kegiatan di luar kampus dan seminar juga terpaksa dilakukan secara online selama beberapa waktu. Saat ini, dengan bergabungnya mahasiswa baru, mereka dapat bertukar pengalaman dengan masyarakat setempat dan mulai melaksanakan proyek dengan ide-ide yang telah mereka kembangkan, sehingga sedikit demi sedikit kegiatan seperti sebelumnya dapat dilakukan kembali.

Ketika ditanya kegiatan apa yang berkesan selama ini, Mizumoe mengatakan,

“Saat kami membuka stan makanan di daerah perumahan Tategaoka, kami bekerja sama untuk menjual ‘mimi’ oden yang mendapat tanggapan positif dari warga sekitar, kami merasa senang akan hal tersebut.”

Takahashi dan Saito, yang baru saja memulai kegiatan seminar pada tahun kedua, mengatakan,

“Saat ini kami sedang mengembangkan rencana dan persiapan untuk kegiatan selanjutnya. Kami sangat bersemangat dan berharap untuk kegiatan mendatang!”

Mendidik Sumber Daya Manusia yang Memiliki Wawasan yang Luas dengan Kurikulum yang Berlimpah

Fakultas Studi Internasional memiliki 6 mata kuliah yang dapat dipilih setelah para mahasiswa mempelajari dasar-dasar berbagai bidang ilmu pada tahun pertama. Berikut adalah mata kuliah yang dapat dipilih:

① Kerja Sama Internasional
Mata kuliah ini berfokus pada pemahaman dan solusi untuk masalah masyarakat sosial seperti kemiskinan, kesenjangan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, serta menggagas pendekatan kerja sama internasional berdasarkan Sustainable Development Goals (SDG).

② Budaya Internasional
Mata kuliah ini berfokus untuk memahami berbagai budaya dari berbagai negara dan wilayah, serta meningkatkan kemampuan berbahasa asing sebagai sarana komunikasi.

③ Ekonomi Internasional
Mata kuliah ini menganalisis bagaimana negara maju dan negara berkembang dapat bersama-sama mencari cara untuk mengembangkan ekonomi melalui berbagai sudut pandang seperti keuangan, perdagangan, dan lingkungan teknologi.

④ Pariwisata Internasional
Mata kuliah ini menganalisis pariwisata di berbagai belahan dunia dari segi geografi, sejarah, sosial, dan manajemen, serta mempertimbangkan situasi saat ini dan masa depan dalam konteks masyarakat internasional.

⑤ Politik Internasional
Mata kuliah ini mendalami pemahaman tentang sejarah, struktur, dan latar belakang konflik seperti perang dan konflik etnis, serta mempertimbangkan masa depan yang harus diambil oleh masyarakat internasional.

⑥ Pertanian Terpadu
Mata kuliah ini bertujuan menghasilkan “Sumber Daya Manusia Pertanian dari Bidang Humaniora” seperti anggota Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) dan lainnya, yang mampu berprestasi di seluruh dunia. Pada tahun ketiga, mahasiswa akan mengasah kemampuan praktis dengan studi pertanian di junior college Hokkaido milik Universitas Takushoku.

Setelah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang kaya lewat kurikulum dan mata kuliah yang dipilih serta kegiatan seminar sistem jumlah mahasiswa per semester untuk mata kuliah maksimal 10 orang, pada tahun ketiga dan keempat, mahasiswa dapat memperdalam keahlian mereka dalam bidang pilihan mereka.

Selain Fakultas Studi Internasional, Universitas Takushoku tentunya juga memiliki Fakultas Bahasa Asing yang mencakup Jurusan Bahasa Tiongkok, Jurusan Bahasa Spanyol, dan Jurusan Bahasa Jepang serta Budaya Jepang. Selain itu, ada juga Fakultas Teknik yang mencakup berbagai bidang seperti Teknik Mesin, Teknik Komunikasi, Teknik Sistem, Jurusan Media dan Desain. Semua program ini menawarkan kurikulum yang kaya dengan keahlian yang dapat diaplikasikan secara global.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Fakultas dan Jurusan di Universitas Takushoku, silakan kunjungi situs resmi berikut:
https://www.takushoku-u.ac.jp/academics/

Membuka Peluang Bagi Mahasiswa untuk Menjelajahi Dunia Lewat Takushoku University Abroad Programs (TUSAP)

TUSAP merupakan singkatan dari “Takushoku University Study Abroad Programs,” yang berarti Program Studi Luar Negeri Universitas Takushoku. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Takushoku untuk belajar di luar negeri di berbagai universitas di seluruh dunia.


Universitas Takushoku memiliki sekitar 300 mahasiswa yang per-tahunnya berangkat untuk studi ke berbagai negara di seluruh dunia. Universitas ini menjalin hubungan dan kemitraan dengan 50 universitas di 22 negara di seluruh dunia.

Selain program pelatihan jangka panjang selama 5-7 bulan dan program pelatihan jangka pendek selama 1-5 minggu, universitas juga menyediakan berbagai macam program studi di luar negeri yang sesuai dengan minat dan tujuan masing-masing mahasiswa. Terdapat program beasiswa pelatihan pribadi di mana mahasiswa dapat merencanakan program studi mereka sendiri dan menerima beasiswa pelatihan pribadi berdasarkan negara atau wilayah yang mereka pilih. Selain itu, ada juga sistem pertukaran pelajar di mana mahasiswa dari Universitas Takushoku dan mahasiswa dari universitas mitra saling mengirimkan dan menerima pelajar dalam rangka pertukaran studi. Semua ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan minat individu setiap mahasiswa.

Takushoku University Abroad Programs (TUSAP)
https://www.takushoku-u.ac.jp/international/tusap.html

Pada akhir Agustus 2023, program studi singkat (13 malam 15 hari) ke Universitas Darma Persada di Indonesia yang sebelumnya terpaksa dibatalkan karena dampak pandemi COVID-19, akhirnya bisa dilaksanakan kembali setelah 4 tahun! Saat ini sudah ada 11 mahasiswa dari tahun pertama hingga tahun keempat yang telah mendaftar, dan mereka akan berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran budaya, kunjungan ke pabrik produk khas dan batik, serta kunjungan ke perusahaan SDM. Program ini akan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk merasakan atmosfer dan budaya lokal, serta membantu mereka membayangkan gaya hidup dan lingkungan saat bekerja di luar negeri.

Peserta yang akan berpartisipasi, Asuka Abe (mahasiswa tahun ke-4, jurusan Bahasa Indonesia), Dengan antusias, dia berbicara tentang pengalamannya yang akan datang,

“Meskipun saya sedang sibuk dengan pencarian pekerjaan setelah lulus, tetapi saya selalu memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam program luar negeri. Saya akhirnya memutuskan untuk ikut berpartisipasi program ini. Saya ingin menggunakan bahasa Indonesia yang sudah saya pelajari di kelas untuk berinteraksi langsung dengan penduduk lokal, serta mencicipi masakan asli Indonesia!”

“Takushoku Jinzai”, yang merupakan tema pendidikan yang ditekankan oleh Universitas Takushoku, merujuk pada individu yang memiliki kemampuan bahasa serta wawasan luas dan semangat eksplorasi untuk memahami nilai-nilai dan latar belakang orang lain, baik di dalam maupun di luar negeri. Kurikulum dan metode pengajaran yang bebas dan tidak terbatas memungkinkan mahasiswa untuk menyelam dalam pembelajaran sesuai minat mereka, yang pada akhirnya melambangkan cita-cita masa depan yang dikejar oleh Universitas Takushoku.

Situs Resmi Universitas Takushoku
https://www.takushoku-u.ac.jp/