Apa itu “Kafunsho” yang Menjadi Musuh Bebuyutan Orang Jepang di Musim Semi?
Seiring datangnya musim semi, kafunsho atau alergi serbuk sari mengganggu banyak orang di Jepang. Walaupun dikenal sebagai “penyakit nasional Jepang”, ternyata tidak sedikit juga orang Indonesia yang baru pertama kali merantau di Jepang ikut mengalami gejala yang cukup menyiksa. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan pengetahuan dasar serta langkah penanganan untuk menghadapi kafunsho.
Apa itu Kafunsho?
Kafunsho (花粉症) atau alergi serbuk sari (Hay Fever) adalah penyakit alergi yang disebabkan oleh serbuk sari tumbuhan. Pada umumnya gejala yang akan dialami adalah hidung meler, hidung tersumbat, dan mata merah. Yang paling sering terjadi itu alergi serbuk sari dari pohon sugi (Cedar) dan hinoki (Cypress), yang biasanya sedang parah-parahnya sekitar bulan Februari sampai April. Meskipun begitu, ada juga alergi yang disebabkan oleh rumput-rumputan di awal musim panas dan tanaman Butakusa (ragweed) pada musim gugur.
Tumbuhan “biang kerok”
| Musim Semi (Februari – Mei) | Sugi (Japanese Cedar), Hinoki (Japanese Cypress), Hannoki (Alder), Shirakanba (White Birch) |
| Musim Panas-Musim Gugur (Mei-Oktober) | Keluarga rerumputan (Kamogaya (Orchard Grass), Harugaya (Sweet Vernal Grass)) |
| Musim Gugur (Agustus-November) | Mugwort, Ragweed, Kanamugura (Japanese Hop) |
Gejala Umum
Bersin-bersin atau hidung meler, hidung tersumbat, mata gatal atau mata merah, batuk, tenggorokan gatal atau rasa tidak nyaman, masalah kulit, sakit kepala, dan lain-lain.
Apa Bedanya Dengan Flu?
Gejala untuk kafunsho dan flu itu hampir mirip. Tetapi dengan mencermati keaadaan ingus dan waktu muncul gejalanya, kita bisa membedakan keduanya.
| Gejala | Kafunsho | Flu |
| Keadaan Ingus | Transparan, encer | Kekuningan, lengket |
| Frekuensi hidung tersumbat | Meler terus-menerus | Mereda |
| Mata gatal | Ada | Tidak |
| Gejala tenggorokan | Gatal, serak | Sakit, seperti ada yang membengkak |
| Suhu tubuh | Banyak yang tidak demam. Adapun hanya demam ringan. | Ada yang demam dengan suhu 37 – 38 derajat |
| Panas dingin | Tidak | Ada |
| Waktu gejalanya muncul | Pagi hari, siang sampai malam | 1 hari penuh |
| Jangka waktu | Terjadi pada masa penyebaran serbuk sari. Tergantung kondisi penyebarannya, gejala bisa berlangsung selama dua minggu | Beberapa hari |
Apa Jangan-jangan Ini Kafunsho?
Kalau tiba-tiba muncul gejala seperti hidung meler dan tenggorokan gatal, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksanya ke dokter. Jika didiagnosis menderita alergi serbuk sari, penting untuk mengikuti petunjuk dokter, mengonsumsi obat resep, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk penanganan mandiri, berikut adalah cara yang efektif yang bisa kamu lakukan.
Menggunakan Kacamata dan Masker
Agar serbuk sari tidak masuk ke tubuh, gunakan kacamata dan masker yang pas untuk wajahmu saat berpergian keluar. Selain itu, sebaiknya sebisa mungkin kamu tidak keluar rumah saat siang menjelang sore hingga sore hari saat jumlah penyebaran serbuk sari mencapai puncaknya.
Cuci tangan, Cuci Muka, dan Berkumur
Begitu sampai rumah, segeralah cuci tangan dan berkumur, jangan sampai membawa serbuk sari sampai ke dalam rumah. Selain itu, basuh wajah dan rambut supaya lebih efektif dalam meluruhkan serbuk sari yang menempel di badan.
Mengenakan Pakaian yang Tidak Mudah Ditempeli Serbuk Sari
Agar serbuk sari tidak mudah menempel, pilih pakaian yang bahannya halus dan licin seperti nilon atau polyester (lihat foto kiri). Sebaliknya, bahan wol mudah sekali menarik serbuk sari karena listrik statis, ditambah lagi seratnya agak kasar. Sehingga kalau sedang musim alergi, sebaiknya hindari dulu, ya! (foto kanan)


Jemur Pakaian di Dalam Ruangan
Kalau musim serbuk sari dan menjemur pakaian di luar, serbuk sarinya bisa menempel dan terbawa masuk ke dalam ruangan, lho. Supaya tidak makin parah, coba jemur pakaian di dalam ruangan atau pakai mesin pengering agar serbuk sarinya tidak ikut masuk.
Kalau mau tidak mau harus menjemur baju di luar, usahakan jemur di pagi hari saat jumlah serbuk sarinya masih sedikit. Sebelum dibawa masuk, jangan lupa kibaskan pakaian dengan baik supaya serbuk sarinya rontok, ya.
Indonesia