December 12th, 2025

“Intercultural Exchange Plaza in Kofu Ebisu-ko Festival” Telah Diselenggarakan di Kofu, Prefektur Yamanashi!

“Intercultural Exchange Plaza in Kofu Ebisu-ko Festival” (「多文化交流ひろばin 甲府えびす講祭り」), sebuah acara yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman antar warga asing yang tinggal di Prefektur Yamanashi, telah diadakan pada tanggal 23 November 2025 di Kenmin Hiroba yang terletak di area dalam Yamanashi Plaza.

Ebisu-ko Festival diadakan di seluruh Jepang pada bulan ke-10 kalender lunar (sekitar bulan November saat ini) untuk memuja Dewa Keberuntungan Ebisu yang membawa berkah, seperti bisnis yang makmur dan panen yang melimpah. Di Kota Kofu, Prefektur Yamanashi, festival ini mulai diselenggarakan setiap tahun sejak awal era Showa, ketika Kamar Dagang dan Industri Kōfu mengusulkan untuk mengadakan penjualan besar sebagai cara untuk berterima kasih kepada pelanggan atas bisnis mereka yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari festival ini, Prefektur Yamanashi juga telah menerapkan “Intercultural Exchange Plaza” sebagai tempat bagi warga asing untuk berbagi budaya negara asal mereka. Diselenggarakan oleh Asosiasi Internasional Prefektur Yamanashi, acara ini mengajak warga asing untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti arak-arakan mikoshi, pertunjukan panggung, serta stan-stan festival sebagai sarana memperkenalkan beragam budaya.

Sekitar 800 Orang Berpartisipasi dalam Arak-Arakan Mikoshi!

Arak-arakan Mikoshi yang merupakan puncak festival diikuti sekitar 800 orang, termasuk warga asing, berpawai melalui Kantor Pemerintah Prefektur Yamanashi dan jalan perbelanjaan pusat sambil meneriakkan nyanyian pujian.

Fakhrul, seorang warga asli Jawa Tengah yang bekerja di Yamanashi sebagai pemagang teknis (ginou jisshu), juga terlihat mengenakan jaket happi dan mencoba membawa mikoshi. “Saya sudah berada di Yamanashi selama dua setengah tahun, tetapi ini pertama kalinya saya membawa mikoshi. Saya terharu melihat begitu banyak orang berpartisipasi, semuanya berbaris rapi, karena pemandangan seperti ini jarang terlihat di Indonesia. Meski akan kembali ke Indonesia dalam enam bulan, saya sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara yang memungkinkan saya bisa merasakan nuansa Jepang yang terbaik,” katanya.

Warga Asing Tunjukkan Penampilan yang Mewakili Negara Asalnya

Di panggung yang didirikan di area plaza, penampilan yang meliputi tarian tradisional Jawa Barat, yaitu “Bajidul Kahot” dan alat musik tradisional Afrika Barat, “Djembe” dipertunjukkan. Terdapat juga stan masakan tradisional Thailand dan Vietnam, serta kerajinan tangan tradisional Suriah.

Kemudian, sepuluh orang naik ke panggung Kontes Pidato Warga Asing untuk menyampaikan pidato bertema “Apa yang saya pikirkan saat ini” selama tiga menit. Thanyathorn Furuya, seorang peserta yang menceritakan pengalaman pribadinya dan mengutip sebuah kalimat dari film Forrest Gump, “Hidup itu seperti sekotak cokelat; Anda tidak akan pernah tahu sampai Anda membukanya” berhasil memenangkan juara pertama.

Klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang kontes pidato!

Acara ini merupakan kesempatan untuk merasakan tradisi Jepang bagi warga asing yang tinggal di Yamanashi, dan kesempatan untuk mempelajari budaya warga asing yang tinggal di Prefektur Yamanashi bagi warga Jepang. Seorang warga Indonesia bernama Fadly yang berpartisipasi sebagai relawan pengelola mengatakan, “Di masa mendatang, Prefektur Yamanashi berencana untuk mengadakan kelas dan lokakarya tentang pembuatan masakan tradisional yang diajarkan oleh orang-orang asing. Saya berharap masyarakat setempat akan berpartisipasi dalam acara-acara yang akan membantu mereka mempelajari budaya warga asing seperti kami.”