Mengasah Kemampuan Berpikir dan Berkomunikasi Lewat Bahasa Jepang dengan Metode Pembelajaran Aktif
Sejak didirikan pada tahun 1986, ARC Tokyo Japanese Language School telah mengajar bahasa Jepang kepada pelajar internasional selama hampir 40 tahun. Di sekolah ini, pembelajaran tidak hanya berfokus pada menghafal pengetahuan, tetapi juga menekankan kemampuan untuk berpikir dalam bahasa Jepang dan menyampaikan gagasan dengan kata-kata sendiri.
Dalam wawancara kali ini, Rina Abe dari Departemen Hubungan Masyarakat akan berbagi tentang rahasia metode pengajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Jepang para siswa, sekaligus tips untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari kanji, yang sering menjadi tantangan bagi pelajar asing.
Belajar “Bahasa Jepang Nyata” Lewat Diskusi dan Wawancara
――Apa yang menjadi ciri khas sekolah ini?
Hal yang paling ditekankan oleh ARC adalah kemampuan komunikasi bahasa Jepang yang benar-benar bisa digunakan di kehidupan nyata setelah lulus. Untuk mencapai hal itu, tidak hanya sekedar duduk dan mencatat saja, tetapi kami juga menerapkan kelas “berbasis aktivitas” di mana siswa menyampaikan pengetahuan yang telah dipelajari dengan kata-kata mereka sendiri, seperti membuat rencana perjalanan dalam bahasa Jepang atau bertukar pendapat antar siswa hanya dalam bahasa Jepang.
Selain itu, salah satu ciri khas kami adalah siswa yang datang dari sekitar 50 negara, terutama dari China, Vietnam dan Italia. Dari Indonesia sendiri, hingga saat ini sekitar 140 orang telah mendaftar dan bersekolah di sini. Dengan berkumpulnya banyak kewarganegaraan dan masing-masing memiliki budaya yang berbeda, sekolah juga menyediakan ruang ibadah dan melengkapi fasilitas agar semua siswa dapat merasa aman dan nyaman selama belajar.




――Program apa saja yang tersedia?
Di sekolah kami terdapat program jangka Panjang “Kursus Studi Luar Negeri Umum” untuk siswa internasional, serta program jangka pendek “Kursus Bahasa Jepang Intensif” untuk mereka yang sudah tinggal di Jepang. Pada kedua program tersebut, kelas akan ditentukan melalui tes saat masuk dari total 8 subjek, sehingga peserta dapat memulai sesuai dengan level paling sesuai dengan kemampuan mereka.
Karena pembelajaran berlangsung dalam siklus satu semester selama 3 bulan, dalam satu tahun siswa bisa naik level hingga 4 tingkat lebih tinggi. Walaupun awalnya siswa memiliki level Bahasa Jepang N5 pun, 1 tahun kemudian bisa mendapatkan JLPT N3, lho.

Referensi : ARC東京日本語学校ホームページ「一般留学コース」
――Apa yang menjadi ciri khas metode pembelajaran di kelas?
Salah satunya adalah metode kelas berbasis aktivitas yang sudah disebutkan sebelumnya.
Alih-alih hanya mendengarkan penjelasan guru, siswa diberi tugas atau topik tertentu dan diminta menyampaikan pendapat atau ide mereka dalam bahasa Jepang. Metode ini bahkan sudah diterapkan sejak kelas tingkat pemula (semester 1).
Contohnya, dalam latihan role-play, siswa mempraktikkan situasi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, partisipan dibagi menjadi dua bagian : seseorang yang mengajak jalan-jalan dan seseorang yang diundang, dengan begitu para siswa dapat merasakan interaksinya secara nyata. Kami juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan diri sendiri melalui kata-kata yang mereka rangkai sendiri melalui berbagai aktivitas seperti “Interview”, di mana mereka akan memerankan sebagai seorang karyawan, “Diskusi”, di mana mereka akan berdiskusi mengenai suatu tema, dan “Presentasi”, di mana mereka akan mengumpulkan data dan mempresentasikan hasil riset melalui poster maupun presentasi.


Sumber gambar: ARC Tokyo Japanese Language School
――Program Apa yang Paling Diminati
“Program Pilihan” pada kelas chikyu (semester 5) paling banyak diminati karena siswa bisa memilih kelas yang sesuai dengan minat dan jalur karir masing-masing. Setiap semester, siswa dapat memilih tiga kelas perminggu dan yang menariknya adalah kepopularitasannya berubah secara drastis tergantung pada waktu dalam setahun.Sebagai contoh, pada masa ujian dan pencarian kerja, semua orang mengerahkan seluruh kemampuan mereka dalam kelas untuk mempersiapkan diri menghadapi EJU (Ujian Masuk Universitas Jepang untuk Mahasiswa Internsional) dan mencari pekerjaan. Di sisi lain, Ketika masa ujian sudah berakhir and sudah saatnya memasuki masa istirahat, manga, anime, budaya Jepang dan yang berhubungan dengan kebudayaan langsung populer secara bersamaan. Belakangan ini, kami mengadakan kelas di mana kami mengundang sekelompok mahasiswa Jepang untuk mengajar rakugo dan memberikan pertunjukan rakugo secara langsung.

Sumber gambar: ARC Tokyo Japanese Language School
――Apakah ada kesempatan untuk mempelajari budaya Jepang di luar kelas?
Kami menyelanggarakan acara sekolah supaya para siswa bisa merasakan pengalaman akan budaya Jepang. Pada bulan Januari kami mengadakan kompetisi menumbuk mochi, lalu pada bulan Juli, para siswa berkesempatan tampil di Festival Awa Odori di Kagurazaka, kami sudah merencanakan program ini agar para siswa dapat merasakannya di setiap musim. Tahun ini pada bulan November, kami berencana untuk mengadakan bunkasai atau festival untuk merayakan 40 tahun didirikannya ARC.




Sumber gambar: ARC Tokyo Japanese Language School
Dukungan Karier hingga Peluang Kerja Paruh Waktu
――Bagaimana dukungan bagi siswa yang ingin bekerja di Jepang?
Belakangan ini, jumlah siswa yang mencari pekerjaan meningkat hingga sekitar 20%, jadi kami mengerahkan banyak upaya untuk memberikan dukungan. Kampus kami di Tokyo memiliki konsultan karir yang bersertifikasi untuk membantu siswa dalam berbagai hal, mulai dari perencanaan pencarian kerja sampai latihan wawancara dan juga membantu prosedur pergantian visa bagi siswa yang telah diterima bekerja.
Proses mencari kerja di Jepang memiliki aturan yang unik, dan jadwalnya pun dari tahun ke tahun semakin maju, sehingga banyak siswa yang merasa cemas dan bertanya, “Harus mulai dari kapan dan bagaimana ya?” Karena itu, kami memulai dari memberikan pemahaman tentang budaya pencarian kerja di Jepang, lalu membimbing cara menulis resume secara one-on-one, bahkan terkadang staf juga mendampingi ke acara penjelasan perusahaan. Kami juga kadang mengadakan ujian rekrutmen dan sesi wawancara langsung di dalam kampus.

Selain itu, kami sudah memulai kelas persiapan bidang “restoran” untuk visa tokutei ginou atau pekerja berketerampilan khusus karena tingginya kebutuhan akhir-akhir ini. Dalam kelas persiapan ini, para siswa akan mempelajari yang berhubungan dengan Manajemen kebersihan, memasak dan melayani pelanggan selama 6 bulan. Kami pun sudah memiliki izin untuk menyediakan layanan penempatan kerja gratis, sehingga kami memperkenalkan pekerjaan part-time kepada siswa saat mereka masih bersekolah, memungkinkan mereka untuk mendapatkan pengalaman dan kemudian mendukung mereka dalam mencari pekerjaan full-time setelah mereka berhasil mendapatkan sertifikasi keterampilan tertentu.

Referensi:ARC東京日本語学校ホームページ「特定技能〔外食業〕対策講座」
――Apakah siswa juga bisa berkonsultasi mengenai kehidupan sehari-hari?
Selain ruang dukungan karier, sekolah juga memiliki kantor administrasi yang siap membantu berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari. Di kantor ini terdapat staf yang bisa berbahasa Inggris, Mandarin, Vietnam, dan Korea, yang dapat membantu siswa dalam berbagai situasi—misalnya menemani ke rumah sakit atau membantu menelepon kantor pemerintahan sebagai penerjemah.
Selain itu, setiap tiga bulan sekali, wali kelas juga melakukan konseling pribadi dengan setiap siswa. Selain memantau perkembangan belajar, mereka juga mendiskusikan rencana masa depan maupun kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Jika berkaitan dengan karier, siswa akan diarahkan ke ruang dukungan kerja, sementara jika terkait kehidupan sehari-hari akan dibantu oleh staf administrasi. Dengan sistem ini, masalah dapat segera ditangani.

Tips Belajar Kanji: “Membaca Sambil Menulis”
――Banyak pelajar asing kesulitan belajar kanji, ya?
Benar. Terutama bagi pelajar dari negara seperti Indonesia, yang tidak menggunakan kanji dalam sistem tulisannya. Seorang siswa dari Jakarta bahkan mengatakan, “Di antara semua hal dalam bahasa Jepang, kanji adalah yang paling sulit.”

――Apakah ada rekomendasi cara belajar?
Salah satu metode yang disarankan oleh para pengajar di sekolah ini adalah menulis kanji sambil mengucapkan cara bacanya dengan suara keras.
Contohnya, saat berlatih menulis kanji 頭 (kepala):
・pertama tulis sambil mengucapkan “atama”
・kedua tulis sambil mengucapkan “kashira”
・ketiga tulis sambil mengucapkan “zu”
Jika hanya menulis tanpa suara, latihan bisa terasa seperti pekerjaan mekanis. Namun dengan mengucapkannya, siswa dapat melatih empat kemampuan sekaligus: menulis, berbicara, mendengar suara sendiri, dan membaca.
――Pesan untuk mereka yang ingin belajar atau bekerja di Jepang?
Sebelum datang ke Jepang, cobalah menemukan setidaknya satu hal yang kamu sukai tentang Jepang.
Bisa apa saja—anime, manga, makanan, atau budaya Jepang.
Jika belajar dimulai dari sesuatu yang disukai, perkembangan kemampuan biasanya jauh lebih cepat. Bahkan ada siswa di ARC yang menulis naskah teater dalam bahasa Jepang, atau mempelajari komedi manzai dan menampilkannya sendiri.
Semakin banyak hal yang kamu sukai tentang Jepang, semakin menyenangkan juga pengalaman hidupmu setelah datang ke sini.

Indonesia