Updated December 30th, 2025
Wawancara Penanggungjawab SDM di Yaoko Co., Ltd.

Terapkan Sistem Evaluasi dan Jenjang Kemampuan demi Kemajuan Karier Pekerja Asing

Manajer Yaoko Kumagaya Delica & Fresh Foods Center
Eiji Kubota

Yaoko Co., Ltd. mengoperasikan sekitar 200 supermarket di satu wilayah metropolitan dan enam prefektur wilayah Kanto, dengan pusat kegiatan di Prefektur Saitama. Di pabrik-pabrik miliknya sendiri, Yaoko Delica & Fresh Food Centers yang berlokasi di Kota Higashimatsuyama dan Kota Kumagaya, terdapat 100 hingga 300 pekerja asing yang terlibat dalam kegiatan manufaktur. Kami berbicara dengan Eiji Kubota, manajer Yaoko Delica & Fresh Food Center di Kumagaya, Kami mewawancarai Eiji Kubota, Kepala Kumagaya Delica & Fresh Food Center, mengenai alasan perekrutan tenaga kerja Indonesia secara aktif serta penilaian terhadap kinerja mereka.

Rekrut Lebih dari 60 Pekerja Indonesia dalam Setahun

――Apa yang melatarbelakangi perekrutan pekerja asing di perusahaan Anda?

Ketika Kumagaya Center baru beroperasi pada tahun 2021, kami merekrut pekerja paruh waktu, namun jumlahnya tak sesuai dengan yang direncanakan. Sebelumnya, Higashimatsuyama Center telah merekrut pemagang teknis dari Vietnam dan mendengar reputasi mereka yang sangat baik, sehingga kami memutuskan untuk mulai merektur tenaga kerja asing juga di sini.

Awalnya kami berencana untuk merekrut pekerja dari Myanmar, namun kedatangan mereka ke Jepang harus ditunda karena adanya kudeta militer. Setelah berkonsultasi dengan departemen SDM, diketahui bahwa banyak warga Sri Lanka yang bekerja di masing-masing supermarket, sehingga kami memutuskan untuk merekrut 25 warga Sri Lanka sebagai gelombang pertama.

――Saat ini sudah ada berapa pekerja asing di perusahaan Anda?

Kumagaya Center memiliki total 720 karyawan, di antaranya ada 40 pekerja dari Sri Lanka dan 62 pekerja dari Indonesia. Sebagian besar adalah pemagang teknis, tetapi ada enam warga Sri Lanka dengan status Tokutei Ginou. Sebagai tambahan, terdapat kurang lebih 300 pekerja asing bekerja di Higashimatsuyama Center, sehingga secara keseluruhan terdapat sekitar 500 pekerja asing bekerja di Yaoko Co., Ltd.

Kami mulai menerima pekerja dari Indonesia sejak bulan Juni 2024. Saya dan penanggungjawab SDM melakukan wawancara langsung di Indonesia dan merekrut 10 orang sebagai gelombang pertama. Karena mereka menunjukkan kinerja yang sangat baik, kami kemudian melakukan perekrutan gelombang kedua pada April 2025, gelombang ketiga pada bulan Agustus, dan gelombang keempat pada bulan Oktober, sehingga jumlahnya mencapai 60 orang dalam kurun waktu satu tahun.

――Bagaimana cara wawancara dilaksanakan?

Pertanyaan wawancara umumnya diajukan dalam bahasa Jepang, dengan penerjemahan jika dibutuhkan. Poin evaluasi meliputi tingkat kemampuan bahasa Jepangnya saat ini, motivasi untuk belajar dan seberapa tinggi minatnya terhadap Jepang. Kami juga selalu menanyakan seberapa banyak studi mandiri yang dilakukan di luar sekolah bahasa Jepang, dan tingkat kemampuan bahasa Jepang apa yang ingin mereka capai di masa depan.

Bagi yang memiliki pengalaman bekerja, kami bertanya mengenai pekerjaan apa yang pernah dilakukan, hal apa yang telah dipelajari, dan hal-hal apa yang mereka anggap penting ketika bekerja. Kemudian untuk menilai keterampilan motorik halus, kami meminta mereka untuk menyelesaikan tes sederhana, seperti membuat bola dari kentang tumbuk sesuai dengan gram yang telah ditentukan.

――Bidang pekerjaan apa yang menjadi tanggung jawab pekerja asing?

Para pekerja asing bertanggung jawab dalam memproduksi salad di departemen pengolahan sayur (lantai 1 pabrik), memproduksi mie Tiongkok dan udon di departemen mie (lantai 2 pabrik), dan di departemen pengolahan daging di lantai 3 bertanggung jawab menangani proses mulai dari persiapan awal hingga produksi daging olahan untuk makanan siap saji. Penempatan pekerja dipertimbangkan sesuai kemampuan masing-masing dan kondisi saat itu, seperti jumlah produk serta beban kerja, terkadang mereka juga dipindahkan ke lantai lain.

――Jelaskan sistem dukungan yang disediakan perusahaan Anda

Saat ini kami memiliki satu penerjemah Sri Lanka purnawaktu, dan sebentar lagi akan menugaskan penerjemah bahasa Indonesia. Tanpa penerjemah pun kami bisa melaksanakan pelatihan di tempat kerja, namun sulit untuk menyampaikan beberapa detail dalam bahasa Jepang. Ada risiko kecelakaan industri karena kami menggunakan banyak mesin, dan risiko terjatuh di lantai basah pada pabrik pengolahan makanan. Karena risikonya berbeda dari kantor biasa, ke depannya kami akan lebih memperkuat pengingat keselamatan dan pengelolaan higienis melalui penerjemah.

Karena penerjemah Sri Lanka kami mengadakan sesi belajar bahasa Jepang, ke depannya kami juga ingin bisa menyediakan peluang untuk pekerja dari Indonesia belajar di perusahaan.

Mencari Pekerja yang Proaktif, Bukan Hanya Menunggu Instruksi

――Menurut Anda, apa keunggulan SDM dari Indonesia?

Pelatihan yang diberikan oleh pihak LPK di Indonesia cukup baik, sehingga tingkat kemampuan bahasa Jepangnya relatif tinggi. Dari segi kepribadian, mereka serius, pendiam, kooperatif, dan jarang menimbulkan masalah, jadi saya rasa mereka akan mudah beradaptasi di Jepang.

Selain itu, secara keseluruhan banyak dari mereka yang cerdas dan bekerja dengan sangat tekun, sehingga mereka menjadi aset yang sangat penting bagi perusahaan kami. Saya pribadi ingin terus merekrut tenaga kerja asal Indonesia, dan saya berharap sebanyak mungkin dari mereka memperoleh status Tokutei Ginou setelah masa magang teknis selesai, sehingga bisa tetap tinggal di Jepang untuk bekerja.

――Apa yang Anda harapkan dari pekerja Indonesia?

Pekerjaan di Kumagaya Delica & Fresh Food Center dilakukan berdasarkan sistem shift, dengan hampir 100 orang datang bekerja setiap hari. Dengan jumlah karyawan sebanyak itu, beberapa hal jadi cukup sulit diperhatikan oleh beberapa manajer. Oleh karena itu, selain mampu bekerja sesuai aturan, sangat membantu jika ada orang yang sigap dan peka, misalnya bisa mencari pekerjaan lain setelah tugasnya selesai tanpa harus menunggu perintah.

Perusahaan kami memiliki motto, “orang yang hidup optimis dapat menciptakan toko yang menyenangkan”. Saya pikir, motto ini juga berlaku bagi para pekerja asing, dalam arti mereka berpikir tentang keterampilan apa yang dibutuhkan untuk berkembang, serta memiliki semangat untuk menantang hal-hal baru. Saya juga memiliki kebijakan untuk menilai dan menghargai karyawan yang mampu berpikir dan bertindak secara mandiri.

――Bentuk dukungan dan sistem pengembangan karier seperti apa yang direncanakan untuk para pekerja asing?

Kami sedang berdiskusi dengan Departemen SDM untuk menerapkan sistem jenjang berdasarkan kemampuan yang saat ini diterapkan kepada karyawan paruh waktu, juga kepada pekerja asing. Sebagai uji coba, sejak tahun lalu kami telah melakukan penilaian terhadap seluruh karyawan. Bagi mereka yang memenuhi kriteria, kami berencana mengaitkan hasil penilaian dengan sistem evaluasi, seperti memberikan jabatan dan tunjangan sebagai sub-leader atau leader, serta menaikkan upah per jam. Sistem ini direncanakan akan mulai diterapkan secara penuh pada musim semi tahun 2026.

――Mohon berikan pesan kepada orang Indonesia yang ingin berkarier di Jepang

Di Jepang ada peribahasa “gou ni itte wa gou ni shitagae” (郷に入っては郷に従え) atau dalam bahasa Indonesia setara dengan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Setelah tiba di Jepang, penting bagi Anda untuk segera mempelajari dan membiasakan diri dengan adat dan peraturan Jepang. Kami membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia, dan kami berharap Anda akan menyukai Jepang. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mendukung Anda, jadi mari bekerja bersama kami dengan aman dan menyenangkan.